19 August 2026 KPM Tanglapui

DPL dan Tim Monev Kunjungi Tanglapui, Mahasiswa Kembangkan Jipang dan Tepung Beras dari Beras Lokal

Tanglapui, 15 Agustus 2026 — Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Desa Tanglapui, Gerson Hans Maure, S.P., M.Si., bersama Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang dipimpin Alboyn Selly, S.Pd., M.Pd., melakukan kunjungan kedua ke Desa Tanglapui, Sabtu (15/8/2026), untuk memantau pelaksanaan Kegiatan Belajar dan Pendampingan Masyarakat (KBPM) Universitas Tribuana Kalabahi (Untrib) Tahun 2026.


Kunjungan tersebut diisi dengan dialog bersama Kepala Desa Tanglapui, Thobias Mosaku, beserta staf desa. Pertemuan ini menjadi ruang untuk mengevaluasi perkembangan program mahasiswa sekaligus memastikan kegiatan yang dilaksanakan benar-benar berbasis pada potensi dan kebutuhan masyarakat.


Dalam dialog tersebut, Ketua Kelompok KBPM Desa Tanglapui, Onisimus Mowata, memaparkan berbagai program yang telah dan sedang dijalankan. Ia menjelaskan bahwa kegiatan mahasiswa dirancang berdasarkan hasil analisis potensi Desa Tanglapui, dengan tetap menyesuaikan program pada disiplin ilmu yang dimiliki masing-masing mahasiswa.


Salah satu hasil nyata dari kegiatan mahasiswa adalah pengolahan beras lokal Tanglapui menjadi produk jipang dan tepung beras. Inovasi tersebut menjadi langkah awal dalam meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan desa, sehingga beras tidak hanya dipasarkan sebagai bahan pangan mentah, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.


Pengembangan jipang dan tepung beras juga diarahkan untuk membuka peluang usaha bagi masyarakat. Dengan pengolahan sederhana dan pemanfaatan bahan baku lokal, produk tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi produk unggulan Desa Tanglapui yang memiliki daya saing dan potensi pemasaran lebih luas.


Selain pengolahan beras, mahasiswa juga melaksanakan berbagai kegiatan lain yang disesuaikan dengan disiplin ilmu masing-masing. Pendekatan ini membuat pelaksanaan KBPM tidak hanya berorientasi pada satu sektor, tetapi mencakup berbagai aspek pemberdayaan sesuai kebutuhan dan potensi masyarakat desa.


DPL Gerson Hans Maure, S.P., M.Si. mengapresiasi kreativitas mahasiswa dalam mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai tambah. Menurutnya, kegiatan KBPM harus mampu menghubungkan pengetahuan akademik dengan persoalan nyata di masyarakat.


Sementara itu, Tim Monev yang dipimpin Alboyn Selly, S.Pd., M.Pd. melakukan evaluasi terhadap capaian kegiatan, dokumentasi, keterlibatan mahasiswa, serta keberlanjutan program. Tim juga memberikan arahan agar hasil kegiatan dapat dikembangkan lebih lanjut dan memberikan manfaat setelah mahasiswa menyelesaikan masa KBPM.


Kepala Desa Tanglapui Thobias Mosaku bersama staf desa turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program mahasiswa. Kolaborasi antara pemerintah desa, mahasiswa, DPL, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan kegiatan berjalan sesuai kebutuhan desa.


Kunjungan kedua DPL dan Tim Monev ini sekaligus menunjukkan bahwa KBPM Untrib diarahkan menjadi ruang pembelajaran yang menghasilkan karya nyata berbasis potensi lokal. Jipang dan tepung beras dari beras Tanglapui menjadi salah satu contoh bagaimana potensi desa dapat diolah melalui kreativitas dan pengetahuan mahasiswa menjadi produk yang memiliki nilai tambah ekonomi.


Dengan demikian, KBPM tidak berhenti pada kehadiran mahasiswa di desa, tetapi diharapkan mampu meninggalkan pengetahuan, keterampilan, inovasi, dan produk yang dapat terus dikembangkan masyarakat Desa Tanglapui.