Mahasiswa KBPM Universitas Tribuana Kalabahi Laksanakan Pendataan Sosial-Ekonomi di 14 RT Desa Lendola
Lendola, 21 juli 2026- 28 Juli 2026 Mahasiswa Kuliah Belajar dan Pengabdian Masyarakat (KBPM) Universitas Tribuana Kalabahi melaksanakan kegiatan kunjungan dan pendataan langsung ke 14 Rukun Tetangga (RT)di Desa Lendola sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan memperoleh data yang akurat mengenai kondisi sosial dan ekonomi masyarakat sebagai dasar penyusunan program kerja yang sesuai dengan kebutuhan desa. Pendataan lapangan seperti ini umum dilakukan melalui kunjungan dari rumah ke rumah dan wawancara langsung dengan warga untuk memperoleh data sosial-ekonomi yang valid.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mendatangi rumah-rumah warga dengan didampingi perangkat desa. Melalui wawancara secara langsung, mahasiswa mengumpulkan berbagai informasi penting, antara lain jumlah penduduk, tingkat penghasilan masyarakat, pendapatan keluarga, serta angka putus sekolah di setiap wilayah RT. Kegiatan berlangsung dengan suasana yang hangat karena masyarakat memberikan sambutan dan dukungan terhadap proses pendataan.
Data yang diperoleh diharapkan dapat memberikan gambaran nyata mengenai kondisi masyarakat Desa Lendola. Informasi tersebut nantinya akan menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun program pemberdayaan masyarakat, peningkatan kesejahteraan ekonomi, serta upaya mendukung peningkatan akses pendidikan bagi anak-anak yang mengalami putus sekolah.
Koordinator mahasiswa KBPM menyampaikan bahwa keberhasilan kegiatan pendataan tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara mahasiswa, pemerintah desa, ketua RT, dan seluruh masyarakat Desa Lendola. Melalui kolaborasi tersebut, proses pengumpulan data dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KBPM Universitas Tribuana Kalabahi berharap hasil pendataan dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah Desa Lendola sebagai bahan perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran, sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan desa berbasis data