14 August 2026 KPM Kalondama Tengah

Mahasiswa KBPM UNTRIB Desa Kalondama Tengah Gelar Pemberdayaan Produk Unggulan Desa VCO dan Stik Papaya Kepada Masyarakat.

Kalondama Tengah, 9 Agustus 2026. Mahasiswa Kegiatan  Belajar Pengabdian Masyarakat (KBPM) Universitas Tribuana Kalabahi melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Kalondama Tengah. Kegiatan ini fokus memperkenalkan dua produk unggulan desa yang dikembangkan mahasiswa, yaitu VCO dan Stik Pepaya Balado.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Kalondama Tengah. Dalam sambutannya, Kepala Desa menyampaikan anjuran kepada warga untuk melanjutkan produksi Ke Dua produk  dan memberi apresiasi atas kontribusi mahasiswa yang telah membantu mengangkat potensi lokal melalui inovasi produk berbasis sumber daya desa.

"Nau ,Niba,Wenang Kuba, selama ini Pepaya Kita hanya tahu masak untuk bikin sayur, dan kelapa juga  kita hanya tahu bikin kopra tetapi hari ini kita tau bahwa ada nilai tambah yang lebih besar jika di kelola dengan baik , maka mari ikut kegiatan Ini dengan baik supaya pulang bisa kembangkan Karna saya sendiri juga tertarik untuk Memproduksi  Produk ini kedepan. Dan Kami Berterimakasih juga kepada Tim KBPM UNTRIB atas Pengembangan potensi lokal yang Kami punya di Desa ini dan atas Kesempatan Pemberdayaan kepada Masyarakat", ujar Artaban Libing (Kepala Desa Kalondama Tengah).

Sebelum itu, Dalam sapaan Ketua Kelompok KBPM Universitas Tribuana Kalabahi, beliau menyampaikan optimismenya terhadap masa depan desa.

"Jika kegiatan ini diikuti dengan baik dan berkelanjutan, maka 10 atau 11 tahun mendatang Kalondama tengah Kampung Boloang bisa menjadi tempat produksi VCO dan stik pepaya terbesar di Kabupaten Alor selain PT TOM yang ada di sini," ujarnya.

Harapan tersebut mendapat dukungan penuh dari masyarakat dan perangkat desa. Produk VCO  dan Stik Pepaya Balado diharapkan dapat menjadi ikon ekonomi baru Desa Kalondama Tengah, dan semoga nantinya dapat membuka lapangan pekerjaan  serta meningkatkan kesejahteraan warga.

Setelah di buka dengan resmi, kegiatan langsung di sambung dengan sosialisasi mengenai Produk VCO dan Stik Pepaya serta peluang Pasarnya. Setelah itu di lanjutkan dengan  Praktek Pelatihan pembuatan produk sampai pada  Proses Pengemasan Produk.

Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat. Banyak Sekali Masyarakat hadir mengikuti sosialisasi, praktik pengolahan, hingga Pengemasan. Antusiasme tersebut terbukti dengan ludesnya produk yang dipamerkan. Warga berbondong-bondong memborong VCO dan Stik Pepaya Balado yang merupakan hasil karya mahasiswa.

Kegiatan ditutup dengan diskusi bersama kelompok usaha masyarakat untuk merancang strategi pengembangan produk dan perluasan pemasaran ke tingkat kecamatan hingga kabupaten.