MAHASISWA KBPM UNTRIB DESA MADAR BERSAMA MASYARAKAT MENGUMPULKAN KAYU API DARI SISA BAHAN BANGUNAN DI SAMPING GEREJA
BERKUMPUL BERSAMA DI SAMPING GEREJA
Pagi itu,
mahasiswa bersama warga berkumpul di area samping gereja Desa Madar. Di sana
masih tertumpuk banyak potongan kayu, papan-papan sisa, dan balok kayu yang
merupakan sisa dari pembangunan atau perbaikan gedung gereja. Alih-alih
terbuang begitu saja, kayu-kayu tersebut disepakati untuk dikumpulkan dan
dimanfaatkan sebagai kayu bakar bagi warga yang membutuhkan.
BEKERJA
SAMA MEMILIH DAN MENYUSUN KAYU
Dengan
penuh semangat, mahasiswa dan warga bekerja sama memilah kayu-kayu tersebut.
Potongan yang sudah cukup kecil langsung dikumpulkan, sedangkan yang masih
panjang dipotong agar mudah dibawa dan digunakan. Semua bergerak lincah — ada
yang memungut, ada yang memotong, ada yang menyusun menjadi tumpukan rapi.
Suasana terlihat begitu akrab dan penuh kegembiraan.
"Sisa
kayu dari pembangunan ini sayang jika dibuang. Bersama anak-anak mahasiswa,
kami kumpulkan agar bisa dimanfaatkan untuk keperluan memasak warga. Sungguh
hal yang bermanfaat," ujar salah satu warga yang ikut serta.
DIMANFAATKAN
DENGAN BAIK
Setelah
terkumpul dan tersusun rapi, kayu-kayu tersebut kemudian dibagikan kepada warga
yang membutuhkan. Sisa bahan bangunan yang tadinya tergeletak begitu saja kini
menjadi bermanfaat, tidak terbuang sia-sia. Mahasiswa pun merasa senang dapat
membantu warga sekaligus belajar memanfaatkan segala sesuatu yang ada di
lingkungan sekitar dengan bijak.
MAKNA
KEBERSAMAAN
Kegiatan
sederhana ini mengajarkan bahwa kebaikan dan kebersamaan bisa dimulai dari
hal-hal kecil. Di area samping gereja itu, terjalin kerja sama yang erat tanpa
memandang perbedaan. Mahasiswa bukan hanya membantu mengumpulkan kayu,
melainkan juga mempererat ikatan persaudaraan dengan seluruh masyarakat Desa
Madar. Semoga semangat gotong royong ini terus terjaga selama masa pengabdian
berlangsung.