<linearGradient id="sl-pl-stream-svg-grad01" linear-gradient(90deg, #ff8c59, #ffb37f 24%, #a3bf5f 49%, #7ca63a 75%, #527f32)
0%
LPPM UNTRIB
Z I P T E C H

WWF Dorong Percepatan Pengembangan Wisata Pantai Alor Melalui Sinergi dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Alor dan LPPM UNTRIB

Dokumentasi: Pembahasan rancangan kajian pengembangan wisata pantai di Aula Koperasi Citra Hidup.

ALOR, 12 Februari 2026 – Bertempat di Aula Koperasi Citra Hidup, telah dilaksanakan pembahasan rancangan kajian dukungan pengembangan wisata pantai di Kabupaten Alor. Kegiatan ini merupakan bagian dari pilot project yang diinisiasi oleh World Wildlife Fund (WWF) sebagai sponsor utama dalam upaya memajukan sektor pariwisata berbasis keberlanjutan.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Program Studi Pariwisata UNTRIB yang baru saja dibuka, perwakilan dari 5 desa binaan, serta mahasiswa yang turut berkontribusi aktif dalam proses survey dan penelitian lapangan.

Dalam pelaksanaannya, WWF bersinergi secara intensif dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Alor dan melibatkan Dinas terkait  dalam perencanaan daerah. Sebagai mitra riset, LPPM UNTRIB memainkan peran kunci dalam menyediakan basis data ilmiah sebagai fondasi diskusi.

Kami sangat mengapresiasi dukungan penuh dari WWF. Melalui kajian bersama LPPM UNTRIB, kita memiliki kompas yang jelas untuk mengembangkan wisata pantai yang menguntungkan secara ekonomi sekaligus menjaga kelestarian alam Alor.

— Syafrudin Bere, SE (Sekretaris Dinas Pariwisata)

Sinergi Strategis Lintas Sektor

Kolaborasi ini mencerminkan mata rantai yang saling melengkapi:

  • WWF: Inisiator dan penyokong pendanaan serta standar konservasi global.
  • Dinas Pariwisata: Otoritas teknis dan koordinator pengembangan lapangan.
  • LPPM UNTRIB: Penelitian Sosial Ekonomi
  • Bapperida: Sinkronisasi perencanaan dan inovasi pembangunan daerah.

Fokus pada Kesejahteraan Masyarakat Lokal

Kajian yang dipaparkan oleh tim Yayasan WWF Indonesia menjadi bahan diskusi hangat. Para peserta memberikan masukan krusial untuk menyempurnakan draft laporan yang nantinya akan didiseminasikan secara luas. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya sekadar ajang diskusi, tetapi juga merupakan langkah awal untuk menciptakan suatu model pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Alor. Para pemangku kepentingan berharap bahwa rancangan kajian yang dihasilkan dapat menjadi panduan praktis dalam mengembangkan wisata pantai yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga menjaga dan melestarikan keindahan alam serta budaya yang ada.. – Admin


© 2026 LPPM UNTRIB – Publikasi Riset & Pengabdian Masyarakat

Related Tags:
Social Share:

Leave A Comment

🔑 Masuk / Login